Dalam setiap proyek konstruksi, mulai dari rumah tinggal hingga gedung bertingkat, penyelidikan tanah merupakan tahap awal yang sangat penting. Salah satu metode utama dalam penyelidikan tanah adalah boring tanah (pemboran tanah).
Namun, satu hal yang sering kurang diperhatikan adalah penentuan titik lokasi boring. Padahal, titik boring tidak bisa ditentukan secara asal-asalan, karena data dari titik inilah yang akan menjadi dasar perhitungan desain fondasi dan keamanan struktur bangunan secara keseluruhan.
Secara umum, penentuan titik boring mengacu pada SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik, yang menekankan bahwa data tanah harus mewakili kondisi sebenarnya di lapangan.
Mengapa Penentuan Titik Boring Sangat Penting?
Hasil boring tanah digunakan untuk mengetahui:
- Jenis dan susunan lapisan tanah
- Kekuatan tanah (melalui uji seperti N-SPT)
- Kedalaman tanah keras
- Potensi penurunan tanah
Jika titik boring tidak mewakili kondisi lapangan, maka hasil analisis bisa keliru dan berisiko menyebabkan penurunan bangunan, retak struktur, bahkan kegagalan fondasi.
1. Menentukan Sebaran Titik Boring yang Representatif
Langkah pertama adalah memastikan titik boring tersebar dengan baik di area bangunan. Tujuannya agar kondisi tanah di seluruh lokasi dapat tergambarkan secara menyeluruh.
Umumnya, titik boring diletakkan:
- Di sudut-sudut bangunan
- Di bagian tengah bangunan
- Di area yang diperkirakan menerima beban struktur paling besar, seperti kolom utama atau core lift
Untuk proyek dengan lahan yang luas, seperti pabrik atau gudang, penentuan titik boring biasanya menggunakan pola grid dengan jarak tertentu, misalnya setiap 25 hingga 50 meter, tergantung luas area dan kompleksitas tanah.
2. Memperhatikan Kondisi Geologi dan Variasi Tanah
Tidak semua lokasi proyek memiliki kondisi tanah yang seragam. Ada area yang tanahnya keras, sementara di bagian lain berupa tanah lunak, rawa, atau tanah timbunan.
Pada kondisi seperti ini, jumlah titik boring perlu ditambah, terutama di area peralihan antar jenis tanah. Hal ini penting untuk:
- Mengetahui perubahan lapisan tanah secara detail
- Menghindari asumsi yang salah dalam perencanaan fondasi
- Mengurangi risiko penurunan diferensial pada bangunan
- Semakin kompleks kondisi tanah, semakin penting data boring yang memadai.
3. Menentukan Jumlah Minimum Titik Boring
Jumlah titik boring tidak bisa disamaratakan untuk semua proyek. Penentuannya bergantung pada jenis bangunan dan luas area.
Sebagai gambaran umum:
- Gedung bertingkat (high-rise) biasanya memerlukan minimal tiga titik boring untuk memastikan kondisi tanah di bawah bangunan relatif seragam.
- Gedung dengan bentang luas, seperti pabrik atau gudang, umumnya menggunakan satu titik boring untuk setiap 500 hingga 1000 meter persegi.
- Proyek jalan dan jembatan memerlukan titik boring di lokasi-lokasi penting seperti abutment, pilar jembatan, dan area tanah lunak.
Jumlah titik ini bisa bertambah jika kondisi tanah di lapangan menunjukkan variasi yang signifikan.
4. Menentukan Kedalaman Boring Tanah
Selain lokasi, kedalaman boring juga menjadi faktor penting. Kedalaman ini tidak ditentukan secara kaku sejak awal, tetapi mengikuti target teknis tertentu.
Pemboran biasanya dilanjutkan hingga mencapai tanah keras, yang ditandai dengan nilai N-SPT lebih dari 60 secara berturut-turut. Atau bisa juga hingga kedalaman di mana pengaruh beban bangunan sudah tidak terlalu signifikan, biasanya ketika tambahan tegangan akibat beban kurang dari 10% tegangan efektif tanah
Dengan kedalaman yang cukup, engineer dapat memastikan bahwa fondasi direncanakan di atas lapisan tanah yang aman dan stabil.
5. Pelaksanaan Penentuan Titik di Lapangan
Setelah titik boring direncanakan di atas gambar, langkah berikutnya adalah pelaksanaan di lapangan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Titik boring ditentukan menggunakan GPS atau Total Station agar sesuai dengan koordinat rencana
- Dilakukan pengecekan agar tidak mengenai utilitas bawah tanah seperti kabel listrik, pipa air, atau pipa gas
- Lokasi harus memiliki akses yang cukup agar alat bor dapat beroperasi dengan aman, baik menggunakan mesin bor dongkrak maupun hydraulic drilling
Tahapan ini penting untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar dan aman.
Menentukan titik lokasi boring tanah merupakan langkah awal yang perlu diperhatikan dalam investigasi geoteknik. Dengan sebaran titik yang tepat, jumlah dan kedalaman boring yang memadai, serta pelaksanaan lapangan yang baik, data tanah yang diperoleh akan lebih akurat dan bisa digunakan untuk proses pembangunan konstruksi.
Layanan Boring dari Ridham Tekno Mandiri

Jika saat ini Anda membutuhkan penyedia jasa boring untuk mengerjakan proyek konstruksi mulai dari perumahan hingga bangunan besar seperti gedung dan jembatan layang. Selain itu, kami juga menyediakan jasa sondir. Kami dari Ridham Tekno Mandiri siap mengerjakan di berbagai lokasi atau tempat.
Kami siap mendegarkan kebutuhan Anda dan memberikan rekomendasi jasa atau layanan yang sesuai. Konsultasi gratis !
Segera hubungi kami :
Whatsapp 1 : 0852 8305 2305
Whatsapp 2 : 0823 2364 4140
Whatsapp 3 : 0852 1398 7696
ridhamteknomandiri@gmail.com | sales2rtm@gmail.com





